MENJADI KAYA ALA AL-QUR’AN

Pernahkah kita membayangkan memiliki uang hingga ratusan triliyun rupiah? Jangankan membayangkan ratusan triliyunan rupiah, milyaran rupiah bagi sebagian besar orang Indonesia tidak terbayangkan. Mengapa demikian?, bayangkan dengan gaji upah minimum rata-rata satu juta rupiah per bulan, sampai kapan uang sebanyak itu akan terkumpul?. Mungkin itu semuanya hanya mimpi.

Namun bagi orang terkaya di dunia ini untuk mengumpulkan uang ratusan triliyun rupiah bukan hanya mimpi. Bill Gates pemilik microssoft memiliki kekayaan sebesar US$76 miliar (Rp. 998 triliyun/jika dikonversikan ke rupiah dengan nilai 1 dollar = Rp. 13.000,00) atau setara dengan lima kali dari kekayaan orang terkaya di Indonesia (Budi dan Michael Hartono kekyaan US$16,5 milliar).


Menjadi kaya sebenarnya tidak sulit, yang terpenting adalah banyak DUIT, yaitu selalu banyak ber-Doa. Banyak melakukan Usaha atau ikhtiar. Banyak ber-Ibadah, dan selalu ber-Tawakal kepala Allah Swt., atas segala usaha, ibadah, dan doanya.

ويرزقه من حيث لا يحتسب , ومن يتوكل على الله فهو حسبه
Artinya:
“Dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertwakkal kepala Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya……..” (Qs. Ath-Thalaq [65]: 3).

Dari ayat Al-Qur’an di atas bahwasanya apabila kita bertawakal kepala Allah Swt, dengan segala usaha sebelumnya, maka Allah Swt akan mencukupi segala keperluan kita. Allah Swt. adalah Maha Kaya Raya, karena segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah Swt., bahkan semua hal yang tidak kita diketahui hanyalah milik Allah Swt.

Kita tahu bahwa salah satu sifat Allah Swt. adalah Al-Ghaniy yaitu Maha Kaya Raya. Karena itu kita sebagai manusia sangat wajar meniru sifat Allah Swt. tersebut yaitu menjadi makhluk yang kaya raya. Bukan manusia yang miskin, bodoh, dan bergantung pada kedermawanan orang lain. Dalam artian bukan hanya kaya harta, akan tetapi kaya iman, kaya hati, dan kaya ilmu pengetahuan.

Di alam Al-Qur’an sifat Maha Kaya Raya Allah Swt. biasanya selalu bersanding dengan sifat Allah Swt. yang lainnya, di antaranya:

قول معروف ومغفرة خيرمن صدقة يتبعها اذ ى , والله غني حليم
Artinya:
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari pada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 263)


ياايهاالذين امنوا انفقوا من طيبت ماكسبتم ومما اخرجنا لكم من الارض , ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم باخذيه الاان تغمضوافيه , وعلموا ان الله غني حميد
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 267)


قال الذي عنده علم من الكتب انا اتيك به قبل ان يرتد اليك طرفك , فلما راه مستقرا عنده قال هذا من فضل ربي , ليبلوني ءاشكر اماكفر , ومن شكر فانما يشكر لنفسه , ومن كفر فان ربي غني كريم
Artinya:
“Seseorang yang mempunyai ilmu dari kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur, atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, Maha Mulia.” (Qs. An-Naml [27]: 40).

Dari ketiga ayat Al-Qur’an di atas dapat dimaknai bahwa:
1.        Qs. Al-Baqarah [2]: 263
Jika kita menjadi orang kaya, jadilah orang yang penyantun. Yang santun dalam bertutur kata, pemaaf, lembut, baik hati, serta dermawan. Bukan menjadi orang kaya yang suka pamer, jelek, dan buruk perilakunya.
2.        Qs. Al-Baqarah [2]: 267
Jadilah orang kaya yang terpuji. Artinya jika kita menjadi orang kaya, jadilah orang kaya yang terpuji cara hidup dan perilakunya, serta menafkahkan sebagai harta kekayaan yang kita punya untuk hal-hal yang terpuji (di jalan Allah).
3.        Allah Maha Kaya, Maha Mulia.
Sifat mulia hatus dimiliki oleh setiap orang kaya, baik mulia dalam akhlak maupun mulia dalam perangainya. Agar kita tidak menjadi orang kaya yang sombong, congkak, tidak belagu, dan tidak pamer, serta memandang orang lain rendah.

Sekaya-kayanya manusia masih dihadapan Allah Swt. ia tetap miskin. Karena hakikatnya harta yang kita miliki adalah milik Allah Swt. yang diamanahkan kepada kita untuk sementara waktu. Jadi sebagai manusia yang diamanahkan kekayaan, janganlah kita bersifat suka pamer, sombong, dan memandang rendah orang lain, karena sekaya-kaya manusia masih membutuhkan bantuan orang lain, bantuan tumbuhan dan hewan, serta teknologi.

Dan selayaknya juga kita meniru sifat dari Nabi Sulaiman As., betapa kaya rayanya Nabi Sulaiman dan betapa luasnya kekuasaan beliau, namun dengan itu semua beliau tidak menjadi ujub dan bangga diri, akan tetapi beliau tetap tawadhu’ dan rendah hati. Dan jangan sampai kita menjadi orang kaya raya seperti Qorun, yang tidak pernah mengucap rasa syukur kepada Allah Swt.
Semoga konglomerat di negara ini menjadi konglomerat seperti Nabi Sulaiman As., bukan seperti Qorun. Amin…….!!!
READMORE
 

Dra. Nurhayati: Guru SMA Ku


Biografi Inspirasiku
Dra. Nurhayati, lahir di Sumbawa, 20 Oktober 1964. Pendidikan SD hingga SMA beliau tamatkan di tanah kelahirannya. Setamat dari SMA tahun 1983, beliau melanjutkan pendidikannya di IKIP Malang (Sekarang Universitas Negeri Malang) program studi pendidikan biologi. Seperti sebelum-sebelumnya yang masuk sekolah tanpa tes, masuk IKIP Malang pun beliau tanpa seleksi tes juga. Beliau mengikuti seleksi Program Perintis IV (PP4), yaitu seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang menekankan pada bidang pendidikan dan pengajaran. Kalau sekarang program ini SNMPTN.

Setamat dari kuliah, beliau dihadapakan dengan dua pilihan, antara tetap di perantauan atau kembali ke kampung halaman. Dan kebetulan pada waktu lulus kuliah bertepatan dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bermodal dengang surat keterangan yudisium, karena ijazah belum keluar, akhirnya beliau mencoba untuk mengikuti seleksi CPNS di Kodya Malang. Dan keterima menjadi PNS, serta ditempatkan di SMA Negeri 1 Kraksaan Probolinggo.

Ibu dari tiga orang ini mengabdikan diri di Probolinggo hingga tahun 1995, kemudian beliau mutasi ke SMA Negeri 1 Gondangwetan Pasuruan hingga sekarang. Selain sebagai guru biologi di SMA Negeri 1 Gondangwetan, tahun 2007 beliau menjadi peganti tutor di UPBJJ UT Surabaya Pokjar Sidoarjo dan Mojokerto. Dan mulai tahun 2012, beliau menjadi tutor di UPBJJ UT Jember Pokjar Probolinggo untuk program studi PGTK dan PGSD.

Bentuk Inspirasi Dari Sang Inspirasiku
Banyak alasan kita mengagumi seorang tokoh. Misalnya karena kepandaian, sifat, perilaku, kepiawaian, dan keterampilan yang kita milikinya. contoh kita mengagumi seorang penyanyi, tentu kita mengidolakan penyanyi tersebut, karena kepiawaiannya dalam bernyanyi, atau juga karena kepandaiannya dalam bermain alat musik. Begitu pula dengan tokoh inspirasiku ini, banyak hal yang aku jadikan teladan dari beliau, mulia dari sikap beliau yang disiplin dan tanggung jawab, gaya mengajarnya yang bervariasi dengan segala model dan media pembelajarannya, hingga kecintaannya beliau terhadap menulis.
1.    Disiplin dan tanggung jawab.
Segala pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh displin dan rasa tanggung jawab, itulah yang menjadi prinsip hidup beliau. Selain berbagi dengan sesama. Menjadi seorang pendidik kita harus menjadi teladan bagi siswa-siswi kita, karena segala bentuk perilaku kita akan dicontoh oleh anak didik kita. Sebagai contoh bentuk kedisiplinan dan tangggung jawab beliau dalam mengajar, adalah ketika beliau mengalami kebutaan kemarin (Alhamdulillah sekarang sudah sembuh). Beliau mengalami kebutaan ketika di sekolah sedang mengajar, padahal beliau sudah merasakan keanehan pada matanya dua hari sebelumnya, tetapi beliau tidakhiraukan dan tetap mengajar karena sudah menjadi tanggung jawabnya.
Singkat cerita dari seorang guru lain, teman beliau mengajar yang juga guru aku ketika SMA. Beliau bercerita ketika mau dioperasi di RS Mata Undaan Surabaya, beliau masih sempat menelpon untuk memberikan tugas dan materi untuk kelas XII IA 1. Dan beliau masih hafal benar dengan materi yang diembannya. Padahal kondisi kesehatannya yang seperti itu. Sungguh tanggung jawab yang sangat besar dari beliau.
2.    Gaya mengajar yang bervariasi.
Menurut beliau menjadi seorang guru harus sering melakukan refleksi, karena dengan refleksi kita mengetahui apa kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Ibaratnya seorang yang bercermin, dengan bercermin kita mengetahui bagaimana keadaan rambut kita, alis, dan sebagainya. Dengan bercermin tersebut kita mengatehaui kekurangannya (oh.. alisnya kurang begini, rambutnya sudah pas dan lain-lain)
Dengan seringnya melakukan refleksi, variasi metode dan media pembelajaran akan beragam. Karena melihat kondisi kelas sebelumnya (keadaan siswa yang tidak aktif, mengatuk, tidak merespon pertanyaan dengan baik, dll), maka munculnya ide-ide baru untuk mengubah kondisi kelas seperti itu (membongkar kelompok, mengubah metode dan media pembelajaran).
Salah satu bentuk inovasi dari beliau dalam media pembelajaran adalah “Puzzel Gelkon”. Puzzel Gelkon (merakit gelas konsep) merupakan sebuah media pembelajaran yang diciptakan oleh beliau yang memanfaatkan sampah gelas soyghurt yang ditulis dengan konsep. Berkat media pembelajaran ini beliau diundang menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Negeri Surabaya.
Selain itu, bentuk metode pembelajaran yang akhir-akhir ini beliau gunakan adalah “Galery Walk”, yaitu kelas dibuat beberapa kelompok dengan materi yang berbeda, dan dari materi yang didapatkan itu siswa diminta untuk membuat sebuah galeri sedemikian rupa, yang nantinya akan di pamerkan dalam pameran kelas.
3.    Kecintaannya terhadap dunia menulis.
Kecintaan menulis beliau berawal dari datangnya mahasiswa Universitas Negeri Malang yang datang ke sekolah, untuk melakukan praktik lapangan. Dimana mahasiswa itu memperkenalkan dengan namanya “cooperative learning”. Berawal dari situlah beliau cinta menulis dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Banyak PTK yang sudah beliau buat, seperti tentang metode Simultive Script yang menjuari lomba guru ideal tahun 2007 tingkat Kabupaten Pasuruan dan Finalis Tingkat Jawa Timur, dan metode PPIQ yang menjuari lomba karya tulis ilmiah yang diadakan oleh Sampoerna Foundation.
Berkat kecintaan menulis ini, beliau sering menjadi pembicara dalam seminar tentang PTK dibeberapa sekolah, seperti SMP Negeri 2 Gondangwetan, SMP Negeri 1 Kraton, dan SMP Negeri 1 Sukorejo, serta sebagai penilai lomba karya tulis ilmiah, dan sekarang beliau sebagai tim penilai kenaikan pangkat di Kabupaten Pasuruan.

Perilaku Ku yang Terinspirasi Dari Sang Inspirasiku
Mengabdi menjadi seorang pendidik belum lama aku lakoni, tepatnya 12 Pebruari 2014. Guru merupakan cita-citaku sedari kecil, dan Alhamdulillah setelah lulus kuliah aku mendapat kesempatan untuk mengabdi di SD Darul Ulum Ngemplakrejo Pasuruan hingga sekarang. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, aku banyak terinspirasi dari guru SMA ku ini, terutama dalam hal metode dan media pembelajaran. Selain kedua hal itu, guru SMA satu ini juga menginspirasi ku untuk selalu bersikap disiplin dan tanggung jawab, serta untuk selalu menulis.

Pertama, mencontoh sikap disiplin dari beliau, akupun harus selalu bersikap disiplin. Contoh sederhana kedisiplinan yang aku lakukan adalah dalam hal masuk kelas. Setiap hari aku harus masuk kelas maksimal 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Sesampai di kelas, yang aku lakukan adalah mengambil sapu untuk membersihkan kelas, meskipun sudah di sapu oleh petugas piket pada hari sebelumnya ketika pulang sekolah. Dan yang membuat bangga aku di sini adalah ketika mengambil sapu, siswa-siwa ikut berebut sapu meskipun itu bukan hari tugas piketnya. Dengan itu, kita bersama-sama membersihkan kelas kembali dengan cara menyapu bersama dan mengepel. Setelah membersihkan kelas secara bersama-sama, tanpa dikomando lagi anak-anak sudah duduk manis dan siap untuk mengikuti pembelajaran meskipun bel masuk belum berbunyi. Pukul 07.00 Wib. kita berdoa bersama sebagai awal bahwa pembelajaran akan dimulai.

Kedua, variasi dalam metode dan media pembelajaran sangat penting, karena dapat mengurangi kejunuhan siswa dalam kelas. Beberapa variasi pembelajaran yang pernah aku lakukan adalah mengidentifikasi unsur instrinsik cerita rakyat dengan melihat video, pemilahan sampah organik dan anorganik dengan permainan halang rintang, Kopaja (Kupon pertanyaan dan jawaban), dan math-dakon.

Ketiga, kecintaan ku terhadap dunia menulis. Apa yang kita tulis akan tersimpan rapi, berbeda dengan apa yang kita hafal. Dunia menulis aku kenal ketika masih duduk di SMA, tepatnya ketika aku mendapat mata pelajaran metode penelitian. Berawal dari sinilah tumbuh kecintaanku terhadap dunia menulis. Dan sekarang media blog inilah yang menjadi mediaku untuk menyalurkan hobiku untuk menulis, selain dengan mengikuti lomba artikel dan karya tulis.

Terima kasih Ibu Dra. Nurhayati yang telah menginspirasiku, dalam berbagai hal, terutama dalam sikap kedisiplinan dan tanggung jawab, variasi dalam pembelajaran serta kecintaan dalam menulis. Semoga aku bisa meniru apa yang telah ibu perbuat, terutama dalam pembelajaran di dalam kelas.

Artikel ini diikutsertakan dalam menulis artikel blog #inspirasiku yang diselenggarakan http://www.ichal.net/p/lomba-menulis-artikel-blog.html 


Alhamdulillah bisa berpartisipasi kembali:



READMORE
 

RENDAHNYA MINAT MEMBACA MASYARAKAT


اقرأ باسم ربك الذي خلق ~  خلق الانسان من علق ~ اقرأ وربك الاكرم ~ الذي علم بالقلم ~ علم الانسان ملم يعلم ~
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat di atas merupakan Surah Al-Alaq [96] ayat 1-5. Ayat ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Rosululah Saw. Dalam ayat pertama bahwasanya ada seruan untuk mebaca. Kenapa kita harus membaca?. Di ayat kelima tersirat bahwasanya dengan membaca dapat mengajarkan manusia yang belum diketahuinya. Dengan kata lain, dengan kita membaca dapat mengetahui apa yang belum kita ketahui (menambah ilmu pengetahuan).

Orang yang suka membaca dan tidak suka membaca sudahlah sangat berbeda, dari segi pengetahuan yang dimiliki oleh orang yang suka membaca dibandingkan dengan yang tidak sangatlah berbeda. Dengan membaca dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dari membaca, bahwa janji Allah Swt orang yang berilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya.

يايهاالذين امنو اذاقيل لكم تفسحوا في المجلس فافسحوا يفسح الله لكم , واذاقيل انشزوا فانشزوا يرفع الله الذين امنوا منكم , والذين اوتوا العلم درجت , والله بماتعملون خبير
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat oran-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”(Qs. Al-Mujadalah [58]: 11)

Pepatah mengatakan “Membaca adalah Jendela Dunia”. Maksud dari pepatah ini adalah dengan membaca kita dapat mengetahui isi dunia ini. Misalnya, kita membaca buku tentang geografi (ilmu bumi) maka kita akan mengetahui tentang struktur bumi, lapisan-lapisan bumi, serta lapisan udara yang menyusun bumi. Serta apabila kita membaca buku tentang suatu kondisi alam suatu negara, maka kita akan mengetahui kenampakan alam dari suatu negara yang kita baca, seperti gunung, sungai, pantai, air terjun yang ada di negara tersebut tanpa harus mengunjunginya.

Sungguh luar biasa manfaat dari membaca di atas, mulai dari menambah pengetahuan dan wawasan, serta dapat membuka jendala(khasanah) dunia. Akan tetapi, kesadaran minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai penelitian yang dilansir oleh beberapa lembaga survei mengenai minat membaca masyarakat Indonesia, di antaranya:
1.        Hasil studi yang dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2006 yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD) menempatkan Indonesia di posisi ke 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian.
2.        Badan Puat Statistik (BPS) tahun 2013 menyebutkan bahwa orang yang suka membaca di Indonesia hanya 20 %, sementara yang 80 % orang lebih suka menonton televise dan mendengarkan radio.
3.        UNESCO tahun 2012 mencatat bahwa indeks minat baca Indonesia baru mencapai 0,0001. Artinya dalam setiap 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang mempunyai minat membaca.
4.        UNDP menyatakan bahwa angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya mencapai 65,5%.
5.        Center for Social Marketing (CSM), melansir tentang jumah buku yang wajib dibaca oleh siswa SMA di 13 negara, dari hasil survei ini menyatakan bahwa buku yang wajib di baca oleh siswa SMA di Indonesia adalah nol (0). Berebeda dengan negara-negara lain yang mewajibkan siswa SMA untuk membaca buku, seperti Amerika Serikat buku yang wajib dibaca sebanyak 32 jenis buku, Belanda dan perancis yang mewajibkan 30 buku, Jepang mewajibkan 22 buku, Swiss 15 buku, Kanada 13 buku, Rusia 12 buku, Brunei 7 buku, SIngapura 6 buku, serta Thailand 5 buku.


Miris melihat fakta hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga di atas, yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Padahal banyak sekali manfaat yang kita ambil dari membaca. Mari kita mulai membiasakan sekaligus membudayakan diri untuk gemar membaca. Karena dengan membaca, wawasan kita akan semakin bertambah. Jika wawasan kita bertambah maka kita akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk berkontribusi memajukan bangsa ini.
READMORE
 

ISLAM ITU NASIONALIS

Sudah menjadi fakta sejarah nasional bahwa kemerdekaan yang direbut dari tangan penjajah, mayoritas diperjuangkan oleh umat Islam yang yang dipimpin oleh para tokohnya dari berbagai kalangan, seperti para ulama, kiai, ustad dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Mereka tampil sebagai garda terdepan dalam dalam mengusir penjajah. Karena mengusir penjajah itu, bagi kaum muslim, bukan panggilan semata-mata ibu pertiwi, maupun tanah air, tetapi merupakan panggilan suci yang yang bersumberkan dari ketauhidan dan keimanan.
Islam adalah ajaran yang menentang segala bentuk penjajahan dan perbudakan dalam seluruh tatanan kehidupan. Tidak boleh satu suku bangsa merasa lebih baik dari pada bangsa yang lainnya, karena manusia diciptakan berbagai suku bangsa untuk saling mengenal, bukan saling menjajah. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat [49] ayat 13:

يايهاالناس اناخلقنكم من ذكروانثى وجعلنكم شعوباوقبائل لتعارفوا ان اكرمكم عندالله اتقكم ان الله عليمم خبير
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”[1]
Para pejuang yang notabene orang-orang Islam itu selalu meneriakkan kalimat takbir (Allahu Akbar) ketika menggerakkan massa untuk menghadapi serangan musuh. Sebagai contoh yang dilakukan oleh Bung Tomo dalam pertempuran 10 November di Surabaya. Di bagian akhir pidatonya guna membakar semangat arek-arek Surabaya Bung Tomo dengan lantang meneriakkan kalimat takbir sebanyak tiga kali.
Walaupun hanya dengan bersenjatakan bambu runcing, sementara penjajah dengan senjata api yang lebih kuat dan modern. Ternyata mereka dianugerahi kemenangan oleh Allah Swt., dan sebagai bukti rasa syukur kepada-Nya, diukirlah kalimat Allah Swt. pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ketiga, yang berbunyi: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa …………”
Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa umat Islam yang memiliki akidah yang benar itu sesungguhnya nasionalisme. Tidak ada dikotomi atau pemisahan antara Islam dan nasionalisme, karena pada dasarnya nasionalisme itu adalah bagian dari ajaran Islam

Nasionalisme menurut pandangan Islam
Nasionalisme berasal dari bahasa nation (dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman) yang berarti bangsa, dan mendapat imbuhan –isme yang berarti paham. Jadi secara sederhana nasionalisme dapat diartikan sebagai paham tentang semangat kebangsaan, perasaan kebangsaan, yaitu semangat cinta atau perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah air.
Adapun pengertiaan nasionalisme menurut para ahli sebagai berikut:
1.    Prof. Dr. M. Dimyati Hartono, S.H., nasionalisme merupakan rasa kecintaan terhadap negaranya yang tidak dapat dilepaskan dari rasa patriotisme.
2.    Nazaruddin Syamsuddin, nasionalisme merupakan suatu konsep yang berpendapat bahwa kesetiaan individu diserahkan sepenuhnya kepada negara.[2]
3.    Hans Kohn, nasionalisme adalah suatu paham yang bependapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan.[3]
4.    Sartono Kartodirjo, nasionalisme memuat tentang kesatuan (unity), kebebasan (liberty), kesamaan (equality), demokrasi, kepribadian nasional, serta prestasi kolektif. [4]
Dengan demikian, nasionalisme merupakan suatu paham kesdaran untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa, karena adanya kebersamaan kepentingan, rasa senasib seperjuangan dalam menghadapi masa lalu dan masa kini, serta kesamaan pandangan, harapan dan tujuan dalam merumuskan cita-cita masa depan bangsa.
Kita sebagai warga negara, sudah selayaknya memiliki rasa bangga dan mencintai terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Akan tetapi, rasa bangga dan cinta kita terhadap bangsa dan negara ini dengan sewajarnya, bukan berarti mengagung-agungkan bangsa dan negara sendiri, dengan menganggap lebih unggul dan hebat dari pada bangsa dan negara lain. Dengan artian, kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme), tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai, dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.
Islam dan nasionalisme adalah dua sisi mata uang yang saling memberikan makna. Keduanya tidak bisa diposisikan secara dikotomi atau terpisahkan. Nasionalisme selalu meletakkan keberagamaan atau pluralitas sebagai konteks utama yang darinya dapat melahirkan ikatan dasar yang menyatukan sebuah negara dan bangsa.
Sebagai umat Islam percaya bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan Islam dan bahkan merupakan bagian dari Islam itu sendiri. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah [2] ayat 126 diceritakan bahwa Nabi Ibrahim As. berdoa kepada Allah Swt. agar negeri Mekah dijadikan negeri yang aman dan negeri yang yang diberi rezeki. Hal ini menunjukkan bahwa rasa kecintaan terhadap bangsa (negeri) sudah ada ketika zaman Nabi Ibrahim As. tercermin dari doa yang dipanjatkannya oleh Nabi Ibrahim As.
واذقال ابرهم رب اجعل هذا بلدا امنا ورزق اهله من الثمرت من امن منهم باالله واليوم الاخر, قال ومن كفر فامتعه قليلا ثم اضطره الى عذاب النار, وبئس المصير
Artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”[5]
Rosulullah Saw. bersabda yang berbunyi:
                          حب الوطن من الايمان
Artinya:
“Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.”
Sejalan dengan firman Allah Swt. dan hadits Nabi di atas, Hasan al-Banna[6] berpendapat bahwa menjadi seorang muslim yang baik, tidak berarti menjadi seorang yang anti nasionalisme, karena nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran Islam, melainkaan keduanya bersenyawa.
Jadi, dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa nasionalisme yang dimaksud mengandung nilai tentang kecintaan terhadap tanah air, mempererat persaudaraan, bela negara untuk membebaskan diri dari kolonialisme. Nasionalisme dengan arti demikian, tentu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, bahkan merupakan bagian dari Islam karena mencerminkan nilai-nilai universalnya. Nasionalisme yang ditolak Islam adalah sikap fanatisme dan kecintaan yang berlebihan terhadap bangsa dan negara sehingga menimbulkan banyak ke-mudlarat-an (bahaya) bagi pihak lain di luarnya.
Sungguh amat naïf, berpikiran sempit dan ahistoris, orang-orang dan para pemimpin yang menbedakan bahkan mempertentangkan antara Islam dan nasionalisme, serta Islam dengan nasionalis. Mudah-mudahan kita semua bisa berpikir jernih dan prospektif untuk membangun masa depan negeri ini yang berkeadilan dan berkesejahteraan. Amin……..!!!!



[1] Kementerian Agama RI. 2011. At-Thayyib: Al-Qur’an Transliterasi Per Kata dan Terjemahan Per Kata. Hlm: 517.
[2] Nazaruddin Syamsuddin. 1988. Bung Karno, Kenyataan Politik dan Kenyataan Praktik. Hlm: 37
[3] Hans Kohn. 1984. Nasionalisme, Arti dan Sejarahnya. Hlm: 11
[4] Sartono Kartodirjo. 1999. Multidimensi Pembangunan Bangsa Etos Nasionalisme dan Negara Kesatuan. Hlm: 60
[5] [5] Kementerian Agama RI. 2011. At-Thayyib: Al-Qur’an Transliterasi Per Kata dan Terjemahan Per Kata. Hlm: 19.
[6] Hasan  al-Banna dilahirkan pada tanggal 14 Oktober 1906. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Pada usia 12 tahun, Hasan al-Banna telah menghafalkan Al-Qur’an. Hasan al-Banna adalah seorang mujahid dakwah, peletak dasar-dasar gerakan Islam sekaligus sebagai pendiri dan pimpinan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim).
READMORE
 

Mengenal Tugas Guru Sebagai Pendidik

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia

Lagu ini selalu teringat dalam hati. Bagi kita yang masih mengenyam pendidikan di sekolah sepertinya tidak akan lupa dengan syair lagu ini. Sampai kita dewasapun selalu teringat akan lagu ini. Lagu yang kalau sekarang dinyanyikan akan tetap membuat kita akan selalu ingat pada guru. Sebab cira-cita dan harapan yang bisa kita raih sekarang ini juga tidak luput dari peran serta mereka.
Guru adalah orang yang mengajarkan sebuah ilmu atau pelajaran tertentu dari pagi hingga siang hari. Belum terbesit pengertian lain yang yang jauh lebih mendalam berupa nilai-nilai pengabdian, tulus ikhlas, dan kebanggaan akan sebuah profesi mulia. Profesi guru sangat mulia karena dari mulut, tangan, dan hatinya lahir sosok-sosok ilmuwan di berbagai profesi.
Fungsi utama seorang guru adalah mendidik dan mengajar. Sebagai pendidik dan pengajar, guru melakukan kegiatan membimbing dan mendorong siswa dalam kegiatan belajar siswa. Ia disebut juga sebagai motivator yang berperan khusus bagi siswa untuk mendorong kegiatan belajar siswa dalam situasi belajar yang dirancang oleh guru.
Sebagai pengajar, guru mengelola kegiatan mengajar dan belajar yang direncanakan dengan baik sesuai dengan tuntutan kurikulum dan pokok bahasan yang diajarkan. Kegiatan yang dilakukan oleh guru memerlukan pengetahuan untuk mengelola dan mengawasi apa yang ia lakukan.
Mengajar adalah aktivitas yang menimbulkan belajar. Guru mendeskripsikan, menerangkan, memberikan pertanyaan (soal-soal) dan mengevaluasi. Dalam proses belajar mengajar ini terjadi adanya suatu kesatuan aktivitas yang tidak terpisahkan antara siswa sebagai pelajar dengan guru sebagai pengajar. Dalam aktivitas tersebut, terdapat interaksi antara siswa yang belajar dengan guru yang mengajar. Seperti telah diketahui, bahawa proses belajar merupakan suatu proses terjadinya perubahan tingkah laku, yang berarti bahawa seseorang yang telah melalui proses belajar mengajar akan mengalami perubahan tingkah laku.
Dalam usaha melaksanakan tugasnya dengan baik, maka seorang guru harus memahami segala aspek pribadi anak didik, baik jasmani maupun rohani. Guru juga harus mengenal dan memahami tingkat perkembangan peserta didik, sistem motivasi atau kebutuhan, pribadi, kecakapan, kesehatan mental dan sebagainya. Tindakan yang bijaksana akan timbul juga apabila guru benar-benar memahami seluruh pribadi peserta didik.
Di samping memahami subjek didik, salah satu tugas guru yang tidak boleh diabaikan adalah mengenal dan memahami dirinya. Memahami dan mengenal siswa tidak mungkin dapat dilakukan dengan baik tanpa mengenal dan memahami dirinya sendiri. Guru harus mempunyai informasi yang cukup untuk dirinya sehubungan dengan peranannya, pekerjaan, kebutuhan dan motivasi, kesehatan mental, serta tingkat kecakapan yang dimilikinya.
Jenis-jenis informasi tentang dirinya sangat membantu guru dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam tugasnya, seperti konflik, ilustrasi, maladjustment (latihan kemampuan penguasaan diri) dan sebagainya. Agar guru dapat memahami dan membantu siswa dengan sebaik-baiknya maka guru itu sendiri harus menghindari masalah-masalah tersebut.
Sesuai dengan bidang tugasnya, maka seorang guru tidak hanya berperan dalam interaksi dengan siswa saja. Akan tetapi guru harus dapat berinteraksi dengan ruang lingkup sosial yang lebih luas baik keluarga, sekolah, maupun variasi peranan guru

[Rujukan: Setiawan Budi. 2008. Guruku Sahabatku. Semarang: PT. Sindur Press]
READMORE
 

Maket

Maket merupakan sebuah bentuk tiga deminsi yang menggambarkan sebuah objek atau benda dan biasanya menggunakan skala.

Dalam pembelajaran kali ini anak-anak diminta untuk membuat maket ruangan, yakni anak-anak diminta untuk medesain tata letak ruangan yang diimpikan. Karena dalam pembelajaran kali ini berkaiatan dengan cita-cita menjadi arsitek.

Dalam pembelajaran anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. pada pertemuan sebelumnya anak-anak diminta untuk membawa bahan-bahan yang dibutuhkan dari rumah, seperti kardus, kertas lipat, gunting, cutter, lem, dan perlengkapan tambahan lainnya seperti mobil-mobillan, kursi, dan perlengkapan dapur.










READMORE